Peminat Sabu di Aceh Mulai dari Tukang Beca Hingga PNS

AcehNews.net|BANDA ACEH Persebaran narkotika di Aceh semakin meningkat, khususnya jenis Ganja dan Sabu-sabu, hal ini seperti yang dikatakan Kepala BNN Aceh, Kombes Pol Drs Armensyah Thay, kepada AcehNews.net di Kantor BNN Aceh, Batoh, Banda Aceh, Kamis (03/03/2016).

“Permasalah penyalahgunaan narkotika ganja dan sabu sudah merata di Aceh. Peminat sabu-sabu di Aceh sudah memasuki semua kalangan, mulai dari tukang becak, buruh, petani,TNI, Polri, bahkan Pegawai Negeri Sipil,” sebut Armensyah Thay.

Menurutnya mantan Kapolresta Banda Aceh ini lagi, pecandu sabu di Aceh mulai dari coba-coba, kemudian jadi tidak terkontrol ketika sudah kecanduan. Sementara itu kebutuhan masyarakat Aceh terhadap sabu-sabu sangat tinggi, bahkan mencapai 100 kg pada tahun 2014, kata Kepala BNN Aceh.

Narkotika jenis Sabu di Aceh diseludupkan dari China melalui Singapuran dan Malaysia. Masuknya melalui pelabuhan-pelabuhan tikus di sepanjang pantai Aceh. Tahun 2016, BNN Aceh melakukan pecegahan melalui sosialisasi dengan membuat spanduk atau baliho pada setiap instansi pemerintah.

“Minimal masyarakat membaca jika narkotika berbahaya, karena jika sudah menggunakan akan kecanduan dan fungsi otaknya akan rusak dan pecandu akan melakukan kegiatan-kegiatan tidak sepantasnya, membunuh, merampok, mencuri bahkan ada yang memukul kedua orang tuanya,” jelas Armensyah Thay.

Sesuai program BNN 100.000 rehabilitas pecandu narkoba, bagi pecandu yang tertangkap di Aceh juga akan ada pembinaan dengan direhab. Tetapi sekarang ada proses hukum yang mengatur rehabilitas pecandu narkotika, seperti pecandu yang juga kedapatan sebagai pengedar.

“Sekarang hanya pecandu yang benar-benar ingin berubah yang akan direhab,” jelasnya.

BNN Aceh meminta semua masyarakat ikut berperan dalam mencegah persebaran narkoba di Aceh, karena bahaya narkoba akan semakin meluas dan jika tidak dibendung diitakutkan akan jadi generasi gila semua karena pecandu narkoba.

“Jika tidak dibendung, masyarakat Aceh akan menjadi pecandu semua, generasi Aceh nanti gila semua, karena yang diserang narkoba adalah saraf otak,” pungkas Armensyah Thay. (oga)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *