Tren Kasus Covid-19 di Aceh Menurun, Masyarakat Diminta Jangan Lengah

BANDA ACEH | AcehNews.net — Tren kasus aktif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh mengalami penurunan. Pasien yang masih dirawat di Aceh saat ini sebanyak 79 orang lagi.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada AcehNews. Net, di Banda Aceh, pada Senin (8/11/2021).

Pria yang disapa SAG ini tidak menjelaskan secara rinci apa penyebab terjadi penurunan kasus di Aceh. Namun diakuinya kesadaran masyarakat yang semakin tinggi menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi, menjadi salah satu faktor turunnya kasus Covid-19 di Aceh. Namun demikian, SAG meminta masyarakat jangan lengkah, karena bisa kasus akan meningkat kembali jumlahnya.

“Tujuan vaksinasi ini sebagai upaya meningkatkan daya imun tubuh dari serangan virus Covid-19. Perlu kerja keras untuk terus mengedukasi masyarakat terkait fungsi vaksinasi bagi tubuh dan tetap disiplin menerapkan prokes. Terpenting jangan lengah,” kata SAG mengingatkan.

Kasus aktif yang masih dirawat di rumah sakit hingga berita ini ditulis sebanyak 23 orang. Rincian SAG, empat pasien dirawat di ruang Intesive Care Unit (ICU) karena memiliki gejala berat dan 19 lainnya dirawat di ruang isolasi Penyakit Infeksi New Emerging and Re-Emerging (PINERE) rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Aceh.

“Alhamdulillah tidak ada kasus meninggal dunia dalam 24 jam terakhir. Kasus aktif merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau melakukan isolasi mandiri,” jelasnya.

Lanjutnya empat pasien yang dirawat di ICU berada di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh sebanyak dua orang, dan dua pasien lainnya berada masing-masing di RSUD Muhammad Ali Kasim di Gayo Lues, dan di RS Tk II Kesdam Iskandar Muda (IM) Banda Aceh.

Sementara itu, kata dia,19 pasien yang dirawat di ruang isolasi masing-masing di RSUD Kota Subulussalam sebanyak lima orang, di RSUDZA Banda Aceh, dan di  RSUD Tgk Abdullah Syafi’ie Pidie, sama-sama tiga orang. Kemudian di RSUD Manyang Kute Redelong, (Bener Meriah), dan RSUD Aceh Singkil sama-sama dua orang.

Selanjutnya di RSUD Aceh Tamiang, RSUD Kota Langsa, RSUD dr Zubir Mahmud (Aceh Timur), dan di RSUD dr Yulidin Away (Aceh Selatan), masing-masing satu orang.

Sementara itu, 56 kasus aktif lainnya yang tanpa menunjukkan gejala Covid-19, atau dengan simtomatik ringan, kata Jubir Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, sedang melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

“Mari kita berdoa Kepada Allah SWT agar mereka yang dirawat di rumah sakit segera sembuh dan pasien tanpa gejala memiliki kesabaran menjalani isolasi mandiri secara disiplin,” demikian harapnya.

Ulama Aceh, Tgk Faisal Ali meminta masyarakat Aceh tetap taat menjalankan protokol kesehatan dan tidak euforia dalam menyikapi tren kasus Covid-19 di mengalami penurunan.

“Kadang-kadang penurunan kasus ini sebagai ujian dalam ikhtiar kita, apakah kita bersyukur atau tidak. Dan selama pandemi ini belum berakhir, kita tetap mengimbau agar masyarakat membacakan qunut nazilah di setiap shalat fardhu,” sarannya.

Ahli epidemiologis memprediksikan lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga di Indonesia. Hal itu, menurut Tgk Faisal, bisa saja terjadi di Aceh apabila masyarakat abai prokes.

Ia pun juga mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi sebagai upaya melindungi diri dari serangan virus mematikan itu.

“Allah tidak akan menghilangkan Covid-19 itu kalau kita tidak berupaya, mengantisipasi dengan hal-hal yang bisa menghilangkan wabah itu,” ujarnya.

Salah seorang warga Kota Banda Aceh, Dewi (45) yang ditemui AcehNews.net, secara terpisah mengakui senang mendengar kabar bahwa kasus Covid-19 di Aceh semakin berkurang. Namun demikian Dewi mengaku ia dan keluarganya tidak kendor menerapkan prokes saat berada di luar rumah, misal, tetap pakai masker dan mencuci tangan, serta menjauhi keramaian dan mengurangi mobilitas di luar rumah

“Kalau pergi orang pesta atau kenduri saya pasti tidak datang di saat jam yang ramai. Pasti tetap memakai masker, cuci tangan, dan tidak berlama-lama,” ucap ibu anak dua yang mengaku keluarganya semuanya sudah divaksinasi. (Saniah LS)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *