Dugaan Bobol Khas Aceh Rp22,3 M
Ruangan Kepala Dinas Keuangan Aceh Digeledah Timsus Kejati

AcehNews.net|BANDA ACEH – Tim khusus (Timsus) Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Rabu (02/03/2016) menggeledah kantor Dinas Keuangan Aceh (DKA), terkait adanya kasus dugaan bobolnya kas Aceh senilai Rp22,3 miliar.

Dalam pengeledahan itu, Timsus Kejati Aceh mengambil sejumlah dokumen dari kantor Dinas Keuangan Aceh sekitar pukul 10.00 WIB hingga siang hari.

Bedasarkan informasi yang dihimpun, penggeladahan yang dipimpin langsung oleh Aspidsus Kejati Aceh, Hentoro Cahyono yang didampingi sejumlah penyidik dan intelijen Kejati setempat.

Sementara itu,  terkait kasus bobolnya kas Aceh senilai Rp22,3 miliar  terjadi pada 2009-2011, dengan tersangka mantan Kepala DPKKA, Paradis Cs.

Dari pantauan AcehNews.net di lokasi, Timsus Kejati Aceh memeriksa sejumlah dokumen di ruangan yang berada di lantai II dan lantai III gedung DKA, seperti di ruang kepala, bidang perbendaharaan, dan sejumlah ruangan lainnya.

Hasil dari pemeriksaan beberapa ruang tersebut, Timsus Kejati Aceh menyita sejumlah dokumen penting yang berkaitan dengan kasus dugaan pembobolan khas daerah yang sedang ditangani Kejati Aceh. Tidak hanya dokumen penting, petugas juga terlihat membawa sejumlah CPU dan monitor untuk diperiksa.

Kasi Penkum dan Humas Amir Hamzah, SH kepada wartawan di Banda Aceh mengatakan, penggeledahan dilakukan karena banyak data yang ditutupi oleh para tersangka. Salah satu tersangkanya yakni mantan Kepala DPKA, Paradis berserta dua petinggi DPKA lainnya Muh dan Mhy.

“Banyak data yang kita minta kepada para tersangka tidak diberikan dan terkesan ditutupi, maka kita geledah ke kantor. Kalau saja datanya diberikan tidak ada penggeladahan,” ujar Kasi Penkum dan Humas Amir Hamzah, SH.

Sebelumnya, Kasus DPKA berawal dari laporan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh. BPK menemukan adanya kebocoran anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) senilai Rp22,3 miliar. Kebobolan ini terjadi pada 2011 ke bawah. Hal ini diketahui berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas keuangan Pemerintahan Aceh Tahun 2012.

Dalama LHP BPK disebutkan, kebobolan anggaran Aceh ini jumlahnya mencapai Rp 33 miliar. Kebobolan terjadi dalam dua tahap, Rp22 miliar diantaranya 2010 ke bawah dan Rp11 miliar terjadi di 2011.

Untuk kebobolan  pada 2011, Rp8 miliar lebih diantaranya sudah ditutupi, sementara sisanya Rp2 miliar lebih  alirannya masih diselidiki. Menurut keterangan para tersangka, sisa anggaran yang bocor, hanya karena salah catat saja.

Pada 18 Februari 2015 penyidik Kejati Aceh kemudian menetapkan Paradis, mantan Kepala DPKA sebagi tersanka. Selanjutnya, pada 24 Juli 2015 penyidik kembali menetapkan tersangka baru yakni Muh dan Mhy. (agus)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *