Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Aceh Gelar Lokakarya Pemanfaatan Pangan Lokal

BANDA ACEH | AcehNews. Net – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN) Aceh menggelar Lokakarya Pembelajaran Pemanfaatan Pangan Lokal Nusantara, pada 9 Desember 2021, di Banda Aceh. Hal ini dilakukan guna percepatan penurunan stunting di Aceh khususnya dan Indonesia umumnya.

Kegiatan lokakarya yang dihadiri 34 peserta ini menghadirkan Ahli Gizi dan Ahli Kuliner dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Aceh dan Chef Surya. Turut hadir dan sekaligus membuka lokarkaya Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri.

Sahidal Kastri dalam sambutannya mengatakan, permasalahan stunting yang merupakan salah satu bagian dari double burden malnutrition (DBM) mempunyai dampak yang sangat merugikan, baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi produktivitas ekonomi dan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam jangka pendek sebut Sahidal, stunting terkait dengan perkembangan sel otak yang akhirnya akan menyebabkan tingkat kecerdasan menjadi tidak optimal. Hal ini, jelas Sahidal, kemampuan kognitif anak dalam jangka panjang akan lebih rendah dan akhirnya akan menurunkan produktifitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Sahidal juga mengatakan, guna percepatan penurunan angka stunting di Indonesia dan Aceh khususnya telah dilakukan berbagai kegiatan sinergisitas, diantaranya kegiatan 100 Profesor Bicara Stunting yang diselenggarakab oleh BKKBN bekerjasama dengan Asosiasi Profesor Indonesia (API) beberapa waktu lalu secara virtual.

“Kegiatan ini juga telah merumuskan bahwa pentingnya intervensi gizi secara secara spesifik dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam atau pangan yang berbasiskan kearifan lokal yang secara scientific dapat mengintervensi secara langsung angka kebutuhan gizi masyarakat khususnya calon pengantin ibu hamil, dan makanan pendamping ASI,” ucap Sahidal.

Lanjutnya, selain itu ditingkat nasional BKKBN telah meluncurkan Dapur Dahsat dengan percontohan di beberapa kabupaten/kota di Indonesia.

“Eksistensi Dapur Dahsat perlu ditopang dengan variasi menu yang memanfaatkan pangan lokal yang sehat,lezat, bergizi, serta kekinian. Nah hari ini, guna eksistensi tersebut kita menggelar Lokakarya Pembelajaran Pemanfaatan Pangan Lokal Nusantara,” kata Sahidal.

Sahidal berharap kepada peserta yang mengikuti lokakarya ini dapat mensharing pengetahuan dan keterampilan yang didapat kepada masyarakat di wilayah masing-masing, mengolah bahan makanan lokal dalam pemenuhan gizi seimbang guna pencegahan stunting.

Penangungjawab kegiatan yang juga merupakan Koordinator bidang Latbang, Irma Dimyati menambahkan, potensi panganan lokal tersebar di seluruh nusantara sehingga dibutuhkan penelusuran, praktik, dan kompilasi yang berkontribusi terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Aceh.

“Hari ini kita menghadirkan langsung Ahli Gizi dan Ahli Kuliner dari Poltekes Kemenkes Aceh, serta juru masak Chef Surya. Kita berharap peserta nanti selesai mengikuti lokakarya ini, mampu mengindentifikasi dan mengolah sumber makanan lokal yang mudah didapati di wilayah masing-masing, dalam pemenuhan kebutuhan gizi seimbang guna percepatan penurunan stunting,” ujar Irma.

Selesai mendengarkan pemaparan ahli gizi, Silvia Wagustina, SST, M.Kes dan ahli kuliner, Andriani MS, S.Pd, M.Pd, dan kemudian Chef Surya memaksakan langsung beberapa menu berbahan lokal. (Saniah LS)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *