Meulaboh Mengalami Deflasi 0,12 Persen  

BANDA ACEH – Bedasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat dari tiga Kota di Aceh yang di ukur perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2015, Kota Banda Aceh dan Kota Lhoksemawe terjadi Inflasi, sedangkan Kota Meulaboh terjadi deflasi.

“Dari tiga Kota di Aceh, hanya kota Meulaboh yang terjadi deflasi yakni sebesar 0,12 persen,” sebut Kepala BPS Aceh, Hermanto dalam berita resmi statistik di Banda Aceh, Senin (2/2/2015). Menurut Hermanto, terjadi deflasi di Kota Meulaboh disebakan banyaknya masyarakat yang menkonsumsi makanan saat bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga daerah tersebut terjadi deflasi hingga mencapai 0,12 persen.

Hermanto menyebutkan, pada Januari 2015 di Kota Banda Aceh mengalami inflasi sebesar 0,10 persen, dan Kota Lhoksemawe sebesar 0,44 persen, sedangkan Kota Meulaboh terjadi deflasi sebesar 0,12 persen. Namun, secara agregat untuk Provinsi Aceh, mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Hal itu bedasarkan perkembangan IHK yang digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan.

Lanjutnya, inflasi yang terjadi di Kota Banda Aceh disebabkan oleh kenaikan harga bahan makanan, seperti perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya, kelompok sandang,  kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau.

Kemudian, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi, olah raga, sedangkan kelompok transportasi, komunikasi, jasa keuangan. Ia juga menambahkan, ada beberapa komoditas yang memberikan andil tinggi terhadap terjadinya inflasi, diantaranya tungkang bukan mandor, tongkol, daging ayam ras, beras, ayam hidup, rokok kretek filter, dancis, dan emas.

Jelas Hermanto, dari 109 jenis barang dan jasa yang mengalami perubahan harga untuk kota Banda Aceh di Januari 2015, 81 jenis barang dan jasa menunjukan adanya kenaikan dan 28 jenis barang dan jasa mengalami penurunan harga.

Sementara beberapa komoditas yang mengalami penurunan diantaranya besin, cabai merah, udang basah, tomat sayur, tomat buah, cabe hijau, angkutan antar kota, dan salak. Dari 23 Kota di Sumatera, Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan yaitu sebesar 1,39 persen, dan terendah terjadi di Kota Padang sebesar -1,98 persen. (agus)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *