Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Aceh Tenggara, LPSK Kabulkan Permohanan Perlindungan kepada Korban dan Istri

KUTACANE | AcehNews. Net – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Jakarta, akhirnya mengabulkan permohonan perlindungan bagi saksi korban suami istri (Asnawi Luwi dan Lisnawati) yang rumahnya diduga dibakar oknum TNI yang terjadi pada 30 Juli 2019 di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara.

Akibat perbakaran tersebut, korban tidak saja kehilangan rumah, juga kehilangan mobilio yang ikut dilalap api dan diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp500 juta.

Menurut Pengacara Korban, Askhalani SHI, pembakaran rumah wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara itu kini sedang ditangani POMDAM IM setelah Polda Aceh melimpahkan perkara itu kepada pihak Pomdam IM pada 3 Desember 2021 dan SP2HP diberikan pada 10 Januari 2022 kepada korbannya.

Kepada AcehNews. Net di Banda Aceh,
Senin (24/1/2022), Pengacara Korban, Askhalani SHI, mengatakan, berdasarkan surat dari LPSK Jakarta nomor 557.2/1.5.1 HSHP/LPSK/09/2021) yang ditanda tangani oleh Ketua LPSK Jakarta, Drs Hasto Atmojo Suroyo MKrim, bahwa kliennya Asnawi Luwi dan istri diberikan perlindungan dari LPSK. Surat ini telah diterima pada hari ini, 24 Januari 2022, di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara.

Selanjutnya Askhalani mengatakan, saat ini korban sangat berharap adanya perlindungan dari LPSK berupa perlindungan yang melekat untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan pada korban, karena korban sangat was-was sebab pelaku belum ditangkap apalagi kasusnya masih dalam penyidikan pihak Pomdam IM.

“Korban saat ini aja ‘dihantui ketakutan’ apalagi banyaknya orang yang menelepon minta bertemu. Korban khawatir ada yang akan berbuat jahat padanya. Untuk memberikan kenyamanan bagi klien kita, pihak kami meminta LPSK Jakarta memberikan pengaman sepenuhnya bagi korban yang aktivitas sehari-hari masih aktif menyajikan berita di tempat beliau bekerja,” kata Askhalani.

Ditambah Askhalani SHI, pihaknya berharap dalam kasus pembakaran rumah wartawan serambi ini dapat diback up Komisi 1 DPR RI, Komisi 3 DPR RI, rekan-rekan lintas organisasi maupun media di Aceh khususnya Indonesia.(Dania S)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *