Ini Data Penyebaran Pasien Covid-19 Varian Delta di Aceh, Dua Pasien dari Sumut dan Jakarta

BANDA ACEH | AcehNews.net – Virus varian Delta diyakini, memiliki daya tular berkali lipat lebih cepat dibandingkan varian SARS-CoV-2. Selain risiko penularannya lebih cepat, lanjutnya, varian Delta juga memicu simtomatik penyakit yang lebih berat dan risiko kematian yang lebih tinggi.

Beberapa waktu lalu, masyarakat Aceh dihebohkan dengan Virus corona varian Delta bertambah dan kini sudah 18 kasus di Aceh. Penambahan varian Delta diketahui dari info grafis Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, di Jakarta, yang ditampilkan pada laman www.litbang.kemkes.go.id.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, kepada AcehNews.Net, beberapa waktu lalu di Banda Aceh, Rabu (25/8/2021), mengaku belum mendapat data distribusi virus corona varian Delta di Aceh. Penambahan tujuh kasus baru, dari 11 kasus sebelumnya diketahui dari perbandingan info grafis pada laman yang sama sepekan lalu dan info grafis terbaru menampilkan 18 kasus varian Delta di Aceh.

Tersebar di Enam Kabupaten/Kota

Data penyebaran 18 kasus varian Delta di Aceh data terakhir ada di enam kabupaten/kota, hal ini dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, dikonfirmasi AcehNews.net via phone, pada Senin (30/8/2021) di Banda Aceh.

Sebut dia, enam kabupaten/kota di Aceh yang kini terdeteksi sebagai wilayah sebaran varian Delta. Kata Kadinkes, data terkait Covid-19 di Aceh itu sesuai kesimpulan diambil berdasarkan data terkini.

“Sampel yang terkonfirmasi positif varian Delta tersebut berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Selatan, Bireuen, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues,” sebut dr. Hanif.

Ia juga mengatakan, 18 pasien yang positif varian Delta itu, belum diketahui berapa jumlah yang meninggal dunia dan masih hidup.

“Kita belum dapat lagi data terpilah antara yang survive dan yang meninggal setelah terjangkit Covid varian Delta ” kata dr. Hanif.

Ia juga menambahkan bahwa data pasien terinfeksi Covid varian Delta di Aceh diterimanya pada Sabtu sore (28/8/2021) dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Provinsi Aceh.

“Selain itu, ada dua pasien Covid yang terkonfirmasi positif virus Delta berasal dari luar Aceh, laki berusia 22 tahun, warga Karo (Sumut) dan perempuan berusia 25 tahun, warga Jagakarsa (Jakarta Selatan),” sebutnya.

Dokter Hanif juga menambahkan, dari usia pasien Covid varian Delta di Aceh paling muda berumur 22 tahun dan yang paling tua 80 tahun, dengan jumlah laki-laki 14 orang dan sisanya perempuan. (Saniah LS)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *