Hasil SSGBI 2021 Kemenkes RI, Banda Aceh Terbaik Penurunan Stunting di Aceh

BANDA ACEH | AcehNews. Net – Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021 yang diluncurkan Senin (27/12/2021), mencatat Kota Banda Aceh sebagai kabupaten/kota di Aceh yang penurunan angka stuntingnya terbaik atau terendah yaitu sebesar 23,4 persen.

Hal itu dikemukakan, Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi (Adpin) Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
Aceh, Saflawi TR mewakili Kepala Perwakilan (Kaper) menghadiri peresmian Balai Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Kutaraj, Banda Aceh, Kamis (20/1/2022).

“Selain Kota Banda Aceh, prevalensi balita stunting terendah juga diraih Kota Sabang sebesar 23,8 persen, dan Bireuen 24,3 persen. Semakin rendah persentasinya semakin bagus sebuah daerah penurunan stuntingnya,” sebut Saflawi.

Selanjutnya Saflawi menyampaikan, hasil SSGBI 2021 juga mencatat, ada enam kabupaten/kota di Aceh paling tinggi prevalensi balita stuntingnya yaitu Gayo Lues sebesar 42,9 persen, Kota Subulussalam 41,8 persen, Bener Meriah 40,0 persen, Pidie 39,3 persen, Aceh Utara, 38,8 persen, dan Aceh Timur 38,2 persen.

“Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling dikhawatirkan di Indonesia. Kabar baiknya, hasil SSGBI 2021, prevalensi balita Stunting di Aceh mengalami penurunan yaitu sebesar 33,2 persen. Satu persen penurunannya, dibandingkan tahun 2019 yaitu sebesar 34,2 persen. Dari peringkat kelima kini Aceh berada diperingkat ketiga,” sebut Saflawi.

Ia berharap dukungan Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota khususnya di daerah lokus stunting, berkoordinasi dengan BKKBN Aceh, bisa mencapai 14 persen penurunan stunting pada 2024, sebagaimana target nasional yang telah ditetapkan Presiden Jokowi lewat Perpres 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Saya yakin Aceh akan bisa mencapai target 14 persen pada 2024, jika kita bersama-sama bekerjasama dan sama-sama bekerja, berkoordinasi, melakukan percepatan penurunan stunting di Aceh. Apalagi sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,” kata Saflawi.

Lanjutnya, RPJMN 2020-2024 disebutkan, salah satu target yang ditetapkan adalah menurunkan stunting menjadi 14 persen di 2024. Untuk mencapainya, diperkirakan butuh penurunan sebesar 2,6 persen pertahun. “Tahun 2021, Aceh baru turun satu persen, semoga tahun 2022 ini bisa penurunannya lebih dari 2,6 persen sehingga 2024, Aceh bisa mencapai target nasional sebesar 14 persen,” tutup Saflawi.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, Usai meresmikan Balai Penyuluh KB Kecamatan Kuraja, kepada AcehNews. Net mengatakan, ia siap mendukung dan berupaya percepatan penurunan stunting sehingga mencapai 14 persen pada 2024.

“Emang waktu uda nga lama lagi. Tinggal dua tahun lagi. Saya yakin dengan berkoordinasi dengan baik, Banda Aceh bisa mencapai target 14 persen. Apalagi kita sudah memiliki sembilan Balai Penyuluh KB yang bisa digunakan Tim Pendamping Keluarga untuk memantau,
membina, dan mensosialisasikam pencegahan stunting,” kata Aminullah.

Lanjutnya, Pemko Banda Aceh akan mulai pencegahan stunting dari hulunya, calon pengantin, ibu yang sedang mengandung dan memiliki bayi, mencegah stunting atau gagal tumbuh harus dilakukan sejak 1000 hari pertama kehidupan anak.

“Artinya, Pemko Banda Aceh siap dan akan mengajak semua yang terlibat untuk mendukung dan berkoordinasi dengan baik untuk percepatan penurunan stunting di kota kita ini, meski pun Banda Aceh prevalensi balita stunting terendah, hasil SSGBI 2021 Kemenkes RI, saya meminta BKKBN Aceh terus membantu kita untuk bisa mencapai target 14 persen, melalui program Bangga Kencana,” demikian pungkas Aminullah. (Desi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *