Guru Mogok Mengajar, Ratusan Siswa SD di Darul Imarah Terlantar  

JANTHO – Ratusan siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Unggul Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (11/2/2015) terpaksa tidak bisa mengikuti mata pelajaran, akibat puluhan guru SD tersebut, melakukan aksi mogok mengajar karena memprotes kebijakan kepala sekolah, Muniarty.

Aksi protes mogok mengajar yang digelar puluhan guru itu dengan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Aceh Besar, di Kota Jantho. Dari amatan AcehNews.net di SDN Unggul Lampeuneurut  yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, tidak terlihat adanya aktivitas belajar mengajar.

Pintu pagar tergembok, siswa dan siswi yang sudah hadir terpaksa harus pulang kembali ke rumah mereka masing-masing hari itu, karena guru juga tidak ada satu orang pun di sekolah tersebut. Wali murid yang mengetahui hal itu, kemudian mendatangi ke sekolah. “Kami datang ke sekolah, anak-anak cepat sekali pulang. Sebagian ada yang belum pulang,” kata salah seorang wali murid, Rosmiati.

Informasi yang diterima AcehNews.net dari Rosmiati, tidak masuknya puluhan guru tersebut, diduga karena dinilai selama ini kepala sekolah tidak terlalu bijak untuk dewan guru. “Dari informasi yang saya dengar, kadang sebelum jam masuk, guru di sini disuruh bersih-bersih sampah diperkarangan sekolah. Mungkin mereka capek, saat mengajar,” ujarnya.

Selain itu, berdasarkan dari pengakuan sejumlah siswa di SD itu, saat hendak membuang air besar, tidak diizinkan kepala sekolah, karena takut WC-nya kotor kalau digunakan siswa.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sekitar pukul 09.00 WIB, Dinas Pendidikan Aceh Besar bersama Muspika setempat,  melakukan pertemuan dengan puluhan wali murid serta komite sekolah, dan kepala Sekolah di aula SD Unggul itu.

Dalam pertemuan sekitar dua jam lebih itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar, Razali, meminta kepada kesemua pihak, supaya tidak ada yang mempolitisir menyangkut masalah pendidikan. Namun, dalam memberikan aspirasi terbaik bagi dunia pendidikan, katanya siapa saja boleh berpendapat.

“Dalam memberikan aspirasi bukan hanya dilakukan pemerintah. Masyarakat juga punya hak memberikan yang terbaik,” jelasnya.

Menyangkut permasalah kepala sekolah yang diprotes oleh dewan guru, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar mengatakan, akan memindahtugaskannya. “Menyangkut kepala sekolah, mulai besok sudah ada Plt baru,” katanya, namun belum disebutkan siapa ditujukan Plt kepala sekolah itu mengantikan Muniarty.

Untuk sebagian guru yang melakukan aksi protes mogok mengajar, diharapkan pada Kamis esok (12/2/2015) mengajar seperti biasanya. Karena menurut Razali persoalan seperti ini, bukan hanya terjadi di beberapa sekolah lainnya yang ada di Aceh Besar. Jadi diharapkan masyarakat bisa memahami permasalahan ini.

Sementara itu, Muniarty yang dilantik jadi Kepala SD Unggul Lampeuneurut sejak 2013 kepada wartawan mengatakan, dia bersedia dipindahtugaskan, karena dari awal dirinya tidak sanggup memimpin di sekolah itu. “Suami saya yang sameminta agar saya jalanin dulu,” katanya singkat sambil menangis. (agus)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *