GeRAK Aceh: Penetapan Tersangka Kasus Beasiswa tidak Masuk Akal

BANDA ACEH | AcehNews. Net – Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani, mengatakan, penetapan tujuh tersangka kasus beasiswa tahun 2017 oleh Polda Aceh tidak masuk akal.

Hal itu disampaikan Askhalani, saat diminta tanggapannya terkait perkembangan kasus dugaan korupsi beasiswame tahun 2017.

“Merujuk pada objek perkara yang ditangani oleh Polda Aceh, maka tidak tepat yang kemudian ditetapkan tersangka adalah para pihak yang mengelola pada proses tahapan administrasi saja dan serta hanya disasar pada pelaku yang sama sekali tidak pernah mendapatkan manfaat dari perbuatan yang dilakukan,” kata Askhalani, Kamis (2/3/2022) di Banda Aceh.

Lanjut Askhalani, seharusnya perkara ini harus dilihat utuh secara rentutan peristiwa pidana diantaranya mereka yang memperkaya diri sendiri dan salah satu pihak yang diduga terbukti melakukan adalah oknum anggota DPRA.

“Diduga Oknum DPRA juga melakukan unsur perbuatan secara terencana dan sangat terstruktur yaitu memperkaya diri sendiri dengan memanfaatkan jabatan yang melekat,” paper Askhalani.

Kalau melihat dari sisi dan proses, jelas Askhalani, penegakan hukum dan ini pasti ada sesuatu yang tidak logis dan masuk akal, karena semua publik tahu yang melakukan perbuatan adalah orang lain yang memang meraup keuntungan secara terang-terangan.

“Ini patut diduga ada yang dilindungi dan sama sekali tidak melihat perbuatan pidana pada siapa yang menyuruh dan mendapatkan keuntungan, jika model penegakan hukum seperti ini maka sampai kapanpun kepercayaan publik akan tidak percaya dengan proses penegakan hukum yang hanya sekedar selesai,” tegasnya.

Menurut dia lagi sama sekali tidak melihat pada perilaku dan dampak kerugian keuangan negara yang masif di lakukan secara terencana dan sistematis. (San)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *