Film Dokumenter Three Faces In The Land Of Sharia Raih Piala Citra 2021

BANDA ACEH | AcehNews.Net – ”Tidak mudah untuk membuat film yang bagus. Butuh perjuangan yang besar, banyak energi, dan waktu serta konsisten tim yang harus kuat,” beber Davi Abdullah di Banda Aceh, Kamis (12/11/2021).

Film dokumenter Three Faces In The Land Of Sharia besutan sutradara asal Aceh Davi Adullah meraih anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2021 kategori film dokumenter pendek terbaik yang diselenggarakan, di Jakarta, Rabu (10/11/2021).

Film yang menceritakan tentang kondisi sosial masyarakat di daerah dengan kearifan lokalnya, Syariat Islam, Aceh, kata Davi, diproduksi dengan waktu yang begitu panjang dan penuh dengan tantangan. Produksi film itu dilakukan secara independen dan butuh waktu sekitar tiga tahun lamanya.

Sementara itu, Director Of Photografi, Fadil Batubara, menambahkan, “lumaya lama buat film dokumenter pendek tersebut dan membutuhkam biaya yang besar juga”.

Pada Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2021 yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, turut hadir Presiden Joko Widodo.
Dalam sambutanya, Presiden mengaku bangga bahwa di masa pandemi Covid-19, industri film Indonesia meraih banyak prestasi gemilang di dunia film internasional, mengungguli negara-negara lain di Asia Tenggara.

Presiden juga mengatakan, ia terkesan dengan kejelian para sineas Indonesia dalam mengambil cerita dari sudut pandang yang kadang tidak terpikirkan.

“Saya melihat memang bermacam-macam arah sudut cerita yang diambil seperti tadi baik mengenai syariah yang ada di Provinsi Aceh, kemudian juga ada tadi mengenai perempuan yang ada di penjara yang melahirkan anak,” kata Jokowi.

Ia juga mengaku terkesan dengan film dokumenter “Invisible Hopes”. “Kadang-kadang kita tidak mempunyai pikiran ke arah itu. Saya kira ini sebuah pandangan yang tajam, yang diwujudkan dalam sebuah film yang sangat apik,” kata Presiden.

Ketua Komite Festival Film Indonesia, Reza Rahadian, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Usmar Ismail. Ia juga menegaskan bahwa tantangan yang disebabkan pandemi Covid-19 bukanlah satu halangan untuk menciptakan mahakarya luar biasa bagi dunia perfilman Tanah Air.

“Dalam perubahan yang terjadi, insan perfilman Indonesia tetap berjuang untuk berkarya, serta tetap memberikan apresiasi tertinggi kepada insan perfilman Indonesia,” ujar Reza.

Film dokumenter Three Faces in the Land of Sharia lebih menekankan pada kritikan minoritas terhadap implementasi hukum syariat di Aceh. Film ini juga menyorot tentang pendapat minoritas terkait hukum cambuk dan hukum rajam bagi pelanggar Qanun Jinayah di Aceh.

Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin berujar bahwa peghargaan ini telah menambah deretan prestasi bergengsi yang diraih oleh putra aceh di tingkat nasional. semoga ini juga menjadi pelopor untuk bangkitnya industri kreatif serta akan memacu generasi muda Aceh untuk berani berkarya yang akan mengharumkan nama Aceh di kancah perfilman Indonesia.

“Di masa pandemi Covid-19 yang berdampak buruk pada seluruh sektor ekonomi masyarakat. Generasi muda Aceh masih bisa berkarya dan memberikan prestasi membanggakan, tentu kita harus bangga dan mengapresiasi atas capaian ini,” kata Jamal.

Ia berharap, semangat untuk memajukan industri kreatif khususnya perfilman di Aceh harus ditingkatkan, karena ini juga sebagai ajang untuk lebih memperkenalkan Aceh kepada masyarakat di seluruh penjuru nusantara.

Film Three Faces in the Land of Sharia di sutradarai oleh Davi Abdullah dan Produser Masridho Rambey, DOP Fadil Batubara serta sejumlah crew lainnya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu sehingga memperoleh Piara Citra Film Dokumenter Pendek Terbaik 2021.

Turut hadir dalam acara Festival Film Indonesia 2021 tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. (San)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *