Setelah Geledah Tiga Lokasi,
Akhirnya Timsus Kejati Aceh Temukan 8 Dokumen Penting

AcehNews.net|BANDA ACEH – Setelah memeriksa tiga lokasi guna mencari dokumen penting pembuktian adanya dugaan pembobolan kas Aceh senilai Rp22,3 miliar, akhirnya Tim Khusus (Timsus) Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Kamis kemarin (03/03/2016) menemukan delapan dokumen penting yagn dicari.

Pada Rabu sebelumnya, (02/03/2016), Timsus penyidik telah menggeledah beberapa ruangan penting petinggi di Kantor Dinas Keuangan Aceh, Rabu (02/03). Besok harinya, Kamis (04/03), Kantor Gubernur Aceh menjadi sasaran pengeledahan oleh Timsus penyidik sekitar 02.30 WIB.

Setiba di kantor Gubernur Timsus penyidik langsung menuju ke ruang arsip keuangan untuk mencari sejumlah arsip penting Dinas Keuangan Aceh. Sesampai di depan ruangan, pintu terkunci, Timsus penyidik pun sempat emosi kepada petugas arsip yang kemudian mencari kunci untuk membuka ruangan tersebut.

Namun, setelah beberapa menit Timsus penyidik Kejati tidak menemukan dokumen yang mereka dicari, sehingga mereka meninggalkan ruangan arsip, kemudian melanjutkan pencarian dokumen ke Gudang Arsip Dinas Keuangan Aceh di Desa Cot Cut, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.

Setiba di sana, Timsus penyidik Kejati Aceh yang dipimpin oleh Jamaludin itu langsung masuk ke gudang penyimpanan arsip keuangan Aceh. Sesampaian di sana Timsus meminta penjaga gudang arsip untuk membuka gudang dan mulai mengeledah mencari dokumen penting di gudang tersebut.

Setelah sekitar satu jam mencari dokumen penting, Timsus Kejati Aceh akhirnya menemukan dokumen-dokumen penting tersebut.

“Ada delapan dokumen yang kami sita pada tiga tempat pengeledahan. Sebagian dokumen didapat di luar gudang arsip dan sebagian lagi di gudang. Kejati Aceh menyita dokumen ini untuk mempermudah dan menghitung kerugian korupsi akibat bobolnya kas Aceh senilai Rp22,3 miliar,” jelas Jamaludin, kepada wartawan, Kamis kemarin di Banda Aceh.

Dengan ditemukan delapan dokumen penting untuk mendukung bukti adanya dugaan korupsi pada kasus yang sedang ditangani Kejati Aceh itu, Jamaludin percaya kasus dugaan korupsi bobolnya anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2011 ke bawah, kasus ini akan cepat diselesaikan dan tidak berlarut-larut.

Sebelumnya, Timsus Kejati Aceh telah mengeledah rumah tiga tersangka dugaan bobolnya kas Aceh, untuk mencari bukti-bukti lainnya.

Seperti diketahui, dari laporan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh,  menemukan adanya kebocoran APBA senilai Rp22,3 miliar. Kebobolan ini terjadi pada 2011 ke bawah. Hal ini diketahui berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas keuangan Pemerintahan Aceh Tahun 2012. (agus)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *