Aceh Tengah Akan Gelar MTQ Keluarga  

TAKENGON|AcehNews.Net – Belum pernah ada sebelumnya digelar di Indonesia dan Kabupaten Aceh Tengah akan memulai Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Keluarga di Aceh dan Indonesia pertama kalinya.

“Belum pernah ada kita dengar satu daerah ataupun negara muslim yang menyelenggarakan kegiatan MTQ tingkat keluarga seperti yang akan kita gelar,” kata Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh Tengah, Alam Suhada, Sabtu (4/7/2015) di Takengon, Aceh Tengah.

Karena tidak ada, maka dikatakan Alam pihaknya sangat fokus mempersiapkan pelaksanaan MTQ keluarga ini di Aceh Tengah. Dan sudah berapa kali mengadakan pertemuan untuk menentukan penilaian yang kriteria yang tepat dan sadat diterima oleh semua pihak.

Bahkan pihaknya sudah melakukan rapat besar dengan para unsur terkait di tingkat kampung maupun kecamatan untuk memberi pemahaman bagaimana MTQ keluarga ini dilaksanakan sekaligus untuk menyukseskan even tersebut.

“MTQ Keluarga ini rencananya tahun ini akan dimulai setelah lebaran Idul Fitri 1436 Hijriah. Proses seleksi dan pemilihan satu keluarga untuk umrah diharapkan selesai sebelum akhir tahun ini,”papar Alam.

Berdasar progres dari hasil rapat terakhir, Alam Suhada merasa optimis pihaknya dapat melaksanakan kegiatan MTQ Keluarga tahun ini dapat dilakukan dengan baik, walau disadari pasti saja akan ada kelemahan dan kekurangan, namun setidaknya ada satu format MTQ Keluarga kedepan yang akan terus di evaluasi.

“Kami yakin program MTQ Keluarga ini akan berhasil, bahkan bukan tidak mungkin akan menjadi contoh bagi daerah lain di Aceh dan Indonesia, dan bukan tidak mungkin bahkan menjadi contoh di negara muslim lainnya,” ucapnya.

Selaku penggagas MTQ Keluarga, Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM mengatakan,  pelaksanaan MTQ keluarga tidak lain ditujukan untuk memberi motivasi, dorongan, dan penghargaan kepada keluarga yang sangat peduli untuk mempelajari dan mempedomani Al-Quran.

Menurut Nasaruddin selama ini sudah banyak upaya yang dilakukan oleh Pemkab setempat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap agama, diantaranya dengan menggerakkan pengajian, baik ditingkat kampung, kecamatan, ataupun pengajian ba’da magrib.

“MTQ Keluarga berbeda, karena sasarannya untuk mendorong supaya makin banyak keluarga yang mencintai dan bisa membaca Al- Qur’an dengan lebih baik, kemudian memahami dan menerapkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” demikian jelas Nasaruddin.(emka)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *