Terkait Larangan Maulid, Akhirnya PT Hyundai Minta Maaf

TAKENGON – Kesalahpahaman antara warga dengan karyawan perusahaan PT Hyundai yang sedang mengerjakan proyek PLTA Peusangan I dan II, mulai menemui titik terang seiring dengan kunjungan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tengah, Kamis (15/1/2015).

Kunjungan unsur Forkopimda tersebut, menurut Kabag Humas Aceh Tengah, Mustafa Kamal untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dan untuk memastikan agar kejadian yang sama tidak terjadi kembali.

“Melalui kunjungan Forkopimda hubungan antara pihak hyundai dengan warga sekitar menjadi baik dan kehidupan warga kembali normal,” ujar Mustafa.

Insiden yang terjadi selasa (13/1/2015) itu sempat mempengaruhi ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat dan Kantor PT Hyundai di Kampung Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.

Kedatangan Forkopimda, diawali dengan penyampaian Tausyiah oleh pimpinan MPU Aceh Tengah, Tgk H Razali Irsyad, kemudian penyampaian dari perwakilan masyarakat, dalam hal ini Reje Burni Bies, Yusni.

“Kami harapkan Hubungan masyarakat dengan pihak PLTA bisa lebih erat, dan saling memahami kondisi masing-masing,” ujar Yusni

Berikutnya secara beurutan, Kasdim 0106 Aceh Tengah, Mayor Inf. Muzammiel serta Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dodi Rahmawan menyampaikan pengarahan kepada masyarakat. Selanjutnya, Kapolres menawarkan kepada warga untuk menghadirkan Project Manager Hyundai E & C, Mr. Kim Do Gyoon, namun warga meminta terlebih dahulu adanya poin-poin komitmen yang harus dinyatakan secara lisan dan tertulis oleh pihak PT. Hyundai.

Akhirnya, setelah melalui dengar pendapat dan pembahasan yang alot, ditetapkanlah tujuh poin komitmen yang harus dilaksanakan oleh pihak PT. Hyundai, baru kemudian pimpinan PT. Hyundai dibawa bertemu dengan warga.

“Kami mengakui kesalahan yang telah diperbuat oleh karyawan PT. Hyundai,” ujar Mr. Kim yang selanjutnya akan berupaya untuk berbuat yang terbaik bagi kepentingan masyarakat.

Mr. Kim berjanji di waktu akan datang,  hingga proyek PLTA Peusangan selesai pengerjaannya, PT. Hyundai akan berupaya berbuat yang terbaik, tanpa mengurangi rasa kebersamaan dengan masyarakat. Terutama menghormati kearifan lokal masyarakat Aceh.

Pertemuan tersebut melahirkan tujuh komitmen dari pihak PT. Hyundai yang turut disaksikan oleh Mukim Silihnara, lima reje disekitar lokasi proyek PT. Hyundai, manager proyek PLTA, unsur mahasiswa dan diketahui oleh unsur Forkopimda setempat.

Usai pembacaan komitmen, Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM mengungkapkan rasa prihatin dan bersimpati atas peristiwa yang terjadi, sehingga perlu dicari solusi yang menguntungkan semua pihak.

“Siapapun yang berinvestasi di Aceh Tengah, harus senantiasa memperhatikan kondisi sosial, budaya, termasuk kehidupan beragama. termasuk Tenaga asing yang bekerja harus mampu menyesuaikan sikap dan prilaku dengan kondisi lokal,” ujarnya.

Belajar dari pengalaman yang terjadi, Nasaruddin, mengharapkan pihak managemen PLTA Peusangan berikut perusahaan yang melaksanakan proyek perlu meningkatkan kerjasama dengan Reje (Kepala Kampung) dan masyarakat, sehingga proyek yang masih berlangsung lama tersebut tidak menemui hambatan karena dilandasi rasa memiliki masyarakat.

“Pihak Hyundai harus berkomitmen untuk menindaklanjuti permohonan yang disampaikan oleh masyarakat agar tidak terjadi lagi kejadian serupa,” ujarnya.

Kepada Masyarakat, Nasaruddin berpesan agar memahami, memang pembangunan PLTA merupakan proyek nasional, namun yang paling merasakan manfaatnya adalah masyarakat Aceh Tengah

Menurutnya, bila selesai nanti, gardu PLTA Peusangan I dan II mampu menghasilkan daya berkekuatan 86 mega watt. Merupakan energi yang besar dan lebih untuk jika hanya untuk Aceh Tengah, bahkan sebagian besar ke kabupaten dan kota lain dapat merasakan manfaatnya

Selain itu, Nasaruddin menambahkan energi listrik yang besar dan stabil akan mengundang hadirnya industri, sebagai alternatif pemanfaatan sumberdaya pertanian daerah.  “Karenanya, mari didukung pelaksanaan proyek PLTA, sepanjang tidak merugikan kepentingan masyarakat. Kami kira juga kesepakatan yang berhasil dicapai, tidak membebani perusahan, melainkan hal yang sudah seharusnya dilaksanakan oleh perusahaan,” demikian Nasaruddin

Pertemuan diakhiri dengan penandatanganan komitmen pihak PT. Hyundai oleh Mr. Kim, para saksi dan sepengetahuan unsur Forkopimda Aceh Tengah. (saniah ls/rilis)

Ini Tujuh Komitmen Hyundai Kepada Warga

  1. Permohonan maaf dan penyesalan yang mendalam atas peristiwa hari selasa tanggal 13 Januari 2015 yang melibatkan karyawan Hyundai E & C sehingga menimbulkan rasa kurang nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah keagamaan.
  1. Mengambil sikap tegas dengan memberhentikan karyawan yang telah menyinggung perasaan dan kenyamanan masyarakat.
  1. Akan selalu menghormati norma sosial, budaya, kegiatan keagamaan serta senantiasa menjaga kearifan lokal yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.
  1. Bersedia tunduk dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku apabila kejadian serupa terulang kembali.
  1. Setiap pelaksanaan Pekerjaan  proyek PLTA mengikuti Amdal yang sudah ditetapkan.
  1. Meningkatkan kepedulian lingkungan contohnya memperbaiki jalan, dan sarana publik yang rusak akibat proyek PLTA.
  1. Semua usulan yang bersifat teknis, seperti jam kerja, akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com