Ramdeswati dan Echo Pimpin FJPI

MEDAN – Ramdeswati Pohan (contributor TVOne) dan Echo Agustyo FB (Sindo Medan) resmi dilantik Jumat (16/1/2015) sebagai ketua dan wakil ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) periode 2015-2018 menggantikan ketua dan wakil ketua lama, Khairiah Lubis (DAAI TV) dan Majijah Chair (Analisa) yang telah berakhir masa jabatannya pada 22 Desember 2014.

Turut hadir dalam diskusi public yang digelar FJPI, Kadis Kominfo Sumut, Jumsadi Damanik, Konsul Amerika untuk Medan, Robert Ewing, Konsul India, Basir Ahmed Phd/M Phil, Ketua Badan Warisan Sumatera, Asmyta Surbakti, Kabid Promosi Disbupar Sumut, Muchlis, dan jurnalis dari berbagai media massa yang ada di Sumut dan Aceh.

Khairiah Lubis atau yang akrab disapa Awi dalam pidatonya menyampaikan, FJPI selama kurun waktu 7 tahun sudah membangun kultur dari organisasi pers ini. FJPI kata Awi dibentuk pada 22 Desember 2007 dengan idealisme kawan-kawan jurnalis perempuan di Medan dan di Aceh dengan tujuan untuk bisa meningkatkan kualitas jurnalis perempuan sehingga dapat meningkatkan kualitas perempuan Indonesia.

Sebut Awi, banyak program yang sudah dilakukan FJPI selama ini, pelatihan untuk jurnalis, juga pemberdayaan perempuan dan anak. FJPI kata Awi patut berbangga karena aktivitasnya selama ini telah mendapat respon positif dari Dewan Pers Indonesia yang selalu mensuport dan membantu kegiatan dan program FJPI.

Konsulat Jenderal India di Medan, , Basir Ahmed Phd/M Phil menyerahkan kartu anggota FJPI secara simbolis kepada Wakil Ketua FJPI baru, Echo Agustyo|Saniah LS

Konsulat Jenderal India di Medan, , Basir Ahmed Phd/M Phil menyerahkan kartu anggota FJPI secara simbolis kepada Wakil Ketua FJPI baru, Echo Agustyo|Saniah LS

“FJPI selalu memotivasi fjpers (sebutan jurnalis perempuan) untuk berperan dalam kebijakan. Sudah ada tiga anggota FJPI yang pernah dan sedang menjadi pejabat publik di Komisi Penyiaran Indonesia dan Komisioner pada Komisi Informasi Publik di Sumut. FJPI juta tidak lupa dengan peran jurnalis sebagai control sosial, dengan membuat diskusi membahas permasalahan yang ada di masyarakat,” tutur Awi.

Awi berharap diakhir masa jabatannya dan kini duduk sebagai salah satu penasehat FJPI, kedepannya FJPI bisa lebih baik lagi mengembangkan organisasi pers ini sehingga lebih bermanfaat untuk anggota dan masyarakat.

Sementara itu Ramdeswati Pohan mengatakan, bersama fjpers mereka akan melakukan pemetaan jumlah jurnalis perempuan di Indonesia dan kemudian menginisasikan membentuk FJPI di daerah mereka untuk meningkatkan kualitas jurnalis perempuan di Indonesia. Baik dari segi kualitas keilmuan dan moral dalam peliputan maupun penyajian hasil liputan.

“Kami membuka diri bagi jurnalis perempuan di Indonesia yang ingin bergabung dan membentuk FJPI di nusantara, meskipun mereka telah menjadi anggota di organisasi pers lain. Karena di FJPI tidak melarang fjpers yang sudah masuk dalam organisasi pers lain untuk bergabung,” katanya.

Menurut Desi Pohan (panggilan akrabnya) FJPI hanya sebagai forum sebagai wadah untuk berkumpul, berfikir, dan bertindak bagi kebaikan jurnalis perempuan untuk diri sendiri, kelompok maupun masyarakat.

FJPI pusat yang berkantor di Medan sudah memiliki anggota sekitar 60 fjpers sedangkan di Aceh sekitar 15 fjper. Dan dalam waktu dekat FJPI Aceh akan melakukan Musda untuk pemilihan pengurus baru dan saat ini sudah melakukan pementaan jurnalis perempuan yang ada di Aceh dari berbagai media massa sebanyak 35 jurnalis.

Diakhir acara pelantikan yang digelar di Hotel Madani Medan, Jumat (16/1/2015), Ketua FJPI yang baru meluncurkan dan memperkenalkan kepada para undangan tiga media yang pemiliknya adalah pengurus FJPI yaitu Majalah Dunia Melancong, www.acehnews.net , dan www.jurnalisperempuan.com.(saniah ls)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com