Banda Aceh Jadi Daerah Pembelajaran Bencana  

BANDA ACEH – Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengungkapkan, pasca terjadi musibah bencana gempa dan tsunami Aceh kota Banda Aceh menjadi salah satu daerah pembelajaran tentang kebencanaan.

Hal itu disampaikan Walikota dalam kata sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Walikota Bidang Politik dan Hukum, Ir T. Iwan Kesuma dalam Diskusi Publik Kajian Pemulihan Pasca 10 Tahun Tsunami Aceh, Sabtu (20/12) di Banda Aceh.

Kegiatan ini digelar Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Kobe University, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), dan The Toyota Foundation.

Iwan Kesuma mengatakan, 10 tahun pasca tsunami, secara fisik, Aceh, khususnya Banda Aceh, termasuk wilayah Kecamatan Meuraxa yang menjadi “ground zero” kini sudah jauh lebih baik. Selain itu, secara ekonomi, Banda Aceh terus mengalami pertumbuhan yang tinggi setelah bencana.  Sementara secara sosial, kemasyarakatan, dan kesehatan, dampak bencana besar itu juga telah dapat diatasi dengan cukup baik sehingga Aceh, khususnya Banda Aceh sering menjadi tempat pembelajaran pascabencana.

“Akhirnya, kita juga dapat melihat apakah program-program mitigasi bencana makin baik dan diterima masyarakat sehingga hidup lebih aman, meski Aceh khususnya Banda Aceh, daerah yang rawan bencana,” kata Walikota Banda Aceh.

Selain itu, Walikota Banda Aceh juga mengatakan, Unsyiah sebagai lembaga pendidikan dan penelitian utama di Aceh telah mempunyai sebuah lembaga kajian tsunami dan mitigasi bencana bertaraf internasional. Pusat Studi Tsunami dan Mitigasi Bencana (Tsunami and Disaster Mitigation Research Center, TDMRC) diharapkannya dapat menjadi tumpuan dan harapan warga kota untuk memahami bencana dan kebencanaan di Aceh dan wilayah lainnya.

Kemudian lanjut Illiza dalam pidato yang dibacakan Staf ahlinya, T. Iwan Kesuma, menyingung, seiring dengan makin seringnya bencana terjadi di wilayah perkotaan, Kota Banda Aceh tentu saja memerlukan dan mendukung kajian-kajian tentang kebencanaan. Jika tidak dilakukan usaha-usaha mitigasi dan adaptasi yang memadai, Illiza mengatakan, maka akan memakan korban manusia dan harta benda yang lebih besar dari bencana sebelumnya. (agus)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com