Aceh Tengah Cegah Kerawanan Sosial dengan Kedaulatan Pangan  

TAKENGON – Program Nasional untuk mewujudkan kedaulatan pangan melalui swasembada kebutuhan pokok beras, jagung, kedelai, dan gula dapat mengantisipasi kerawanan sosial. Sebaliknya, keutuhan sosial masyarakat akan sangat dipengaruhi oleh kedaulatan pangan dengan terpenuhinya kebutuhan bahan makanan pokok masyarakat.

Demikian disampaikan oleh Bupati Aceh Tengah, Ir Nasaruddin, MM disela menyaksikan penandatanganan Fakta Integritas untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional, antara pemerintah daerah setempat yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian, Ir. Saifullah dengan Komandan Kodim 0106 Aceh Tengah, Letkol Inf Lalu Habibburrahim.

Penandatanganan Fakta Integritas yang berlangsung, Senin (26/1/2015) di Oproom Setdakab Aceh Tengah itu  juga turut disaksikan oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Tri Susetyo yang turut hadir mewakili kementerian Pertanian RI.

Menurut Nasaruddin, soal ketahanan pangan bukan hanya terkait dengan urusan sosial tapi juga seluruh aspek kehidupan masyarakat. Ketua DPW Perhiptani Aceh ini juga menyinggung peran politik antar bangsa terkait pangan.

“Kalau pangan kita kuat, tidak perlu beli dari luar, tapi kalau lemah maka ada ketergantungan yang dapat melemahkan eksistensi bangsa dipanggung international, jadi bisa-bisa kita didekte dengan beras oleh bangsa lain jika pangan tidak kuat,” ujarnya.

Program kedaulatan pangan nasional di Kabupaten Aceh Tengah telah diawali dengan pembangunan irigasi tersier pekan lalu. Hal tersebut ditujukan untuk mencapai target nasional produksi padi 2015 mencapai 73,40 Juta Ton. Kontribusi Aceh terhadap target tersebut sebesar 2,32 juta ton. Dan sesuai dengan potensi yang ada Aceh Tengah, tahun ini menargetkan 45.068 ton.

Seiring dengan penambahan produksi pangan, Nasaruddin juga mengharapkan adanya perbaikan taraf kesejahteraan masyarakat.”Jangan jumlah pangannya saja yang bertambah, pendapatan masyarakat juga harus bertambah. Sehingga masyarakat lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi pangan,” ujarnya.

Nasaruddin menambahkan, bahwa program nasional kedaulatan pengan merupakan gerakan awal yang tidak pernah selesai.”Bukan berarti setelah target tercapai terus bisa santai, tapi program kedaulatan pangan harus berlangsung selamanya, ini yang harus diberi pengertian kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Inf Lalu Habibburrahim mengatakan, pihaknya akan menindaklunjuti program nasional tersebut hingga ke tingkat paling bawah yaitu kampung. “Program swasembada pangan, atau kedaulatan pangan, merupakan program yang sangat positif dan menyentuh unsur paling bawah masyarakat, karena itu kami berharap dukungan dari segenap masyarakat,” ungkapnya.

Dandim Lalu menegaskan agar program nasional kedaulatan pangan dapat berjalan optimal, TNI akan siap membantu, bersama dengan pemerintah daerah, penyuluh, dan masyarakat untuk menyukseskannya.

“Saya mendengar dari masyarakat, kalau dulu ada TNI masuk desa, sekarang ada istilah TNI masuk sawah, berarti TNI sangat diperlukan masyarakat, dan saya akan terus mendorong aparat TNI agar bisa berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” tegasnya.

Kepala balai besar pengembangan pengujian mutu benih tanaman pangan dan hortikultura, Tri Susetyo mengatakan, target secara Nasional 2015 sebanyak 17 juta hektare tanam padi, tahap pertama, Oktober-Maret harus bisa capai 10 juta hektare, April-September musim berikutnya 7 juta hektare.

“Kita berpacu dengan waktu, seharipun amat berharga, karenanya harus didukung oleh semua pihak agar program nasional kedaulatan pangan dapat terwujud,” tandasnya.

Fakta Integritas yang ditandatangi hari itu, berikutnya akan dilanjutkan ditingkat kecamatan hingga kampung.(emka)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com